KEGAGALAN YANG BERULANG

 Senin, 12 Oktober 2020

Kegagalan yang Berulang


       Waktu sudah sore, sang mentari mulai redup, hawa petang mulai terasa. Aku melangkah di pinggir jalan samping rumah kami. Hamparan tanah sebagai area pesawahan milik pak Tani dan bu Tani. Aku pandang dan aku cari, aku abadikan dengan kamera ponselku, apa yang ada di sana, sehingga kakiku hari ini ingin melangkah diantara jalan-jalan sempit, yang disebutnnya sebagai pematang sawah (batas area persawahan milik seseorang dengan orang lainnya).

       Yach kameraku mengambil satu jepretan dan itu mewakili keadaan dari area persawahan lainnya. Hamparan sawah yang dikatakan "gersang", tetapi tidak bisa sepenuhnya, karena masih ada warna tanaman di sana. Tapi kasihan wahai dia (tanaman yang masih tertancap). Hak hidupmu sebagai tanaman (ciptaan Alloh) tidak terpenuhi, kelaparan, kehausan, kekeringan, ibaran hidup segan mati tak mau. Bagaimana akan bisa membuahkan hasil untuk tuannya.

       Apa daya tuanmu (pak dan bu Tani) sudah tidak bisa memberikan hak untuk melepaskan dahaga kepadamu. Meskipun untuk menanammu saja, semua dipertaruhkan, hewan ternak peliharaannya dijual untuk biaya menanammu. Mereka sedih melihatmu, tak kuasa melawan musim yang belum waktunya menurunkan air dari langit membasahimu.

       Aku juga heran, mengapa tuanmu (pak dan bu Tani), selalu berulang, dan berulang menanammu, padahal akhirnya mereka tak kuasa memenuhi kebutuhan makanmu, apakah karena profesinya sebagai petani yang melekat itu. sehingga setiap tahunnya tak terpikirkan akan datangnya musim yang namanya kemarau. 

     Mereka seharusnya sadar diri, lahan persawahannya tidak sama dengan yang lainnya, hanya mengandalkan hujan, walaupun di dalam bumi ini ada yang namanya air tersimpan, tetapi rupanya juga tidak mau memberikan pertolongan barang sedikitpun memenuhi dahaga tanamanmu. Yach...seringkali pak dan bu Tani mencoba untuk mengebor air, yang didapat hanya bebatuan yang menghalanginya. mana bisa memenuhi hak untuk tanaman yang ada. Ujung-ujungnya juga berulang KEGAGALAN.

      Hanya berdoa yang dapat kupanjatkan, "semoga pak dan bu Tani selalu sehat-sehat saja", menanti datangnya  musim penghujan, sehingga bisa menunaikan profesi yang disandangnya, dan mendapatkan rezeki dari segala arah seperti memancarnya air di musim penghujan.


#30hariAISEIbercerita

#AISEIWritingChsllange

#WarisanAISEI

#pendidikbercerita

#Day7AISEIWritingChallange

#ByHand

Komentar

  1. Kegagalan, modal usaha untuk menciptakan metode dan model yang baru. Semangat berjuang.

    BalasHapus
  2. Para tuan, bagaimana jika menanam tanaman yang lain?
    Setuju....

    BalasHapus
  3. Setuju dgn pak indra..tanam dgn tanaman lain..biar pak tani dan bu tani tetap bisa bertani

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN TIK

DIGITAL TOOL

ANIMASI PLOTAGON